Foto bugil Karyawatiku Yang Bohai dan Jago Ngeseks mempunyai pepek sedap dan puting jumbo

Cerita Dewasa |  . Di tempat aku tinggal ada pembantu baru, lelaki, orangnya sepantaran aku, tinggi jumbo, oke ganteng, malah terlalu ganteng untuk jadi pembantu, harusnya jadi cover boy.
<img src='http://2.bp.blogspot.com/-brks8A-bcdQ/UFBDQYD6liI/AAAAAAAAGZY/Y0gZVPH6rtU/s1600/Foto+Toket+Cewek+Jepang+Paling+Montok+dan+Indah+7.jpg' alt='Foto Toket Cewek Jepang Paling Montok dan Indah'/>

<img src='http://3.bp.blogspot.com/-jBqDPIox2EA/UFBDUHz5utI/AAAAAAAAGZg/0xdoma2DEOw/s1600/Foto+Toket+Cewek+Jepang+Paling+Montok+dan+Indah+8.jpg' alt='Foto Toket Cewek Jepang Paling Montok dan Indah'/>

<img src='http://2.bp.blogspot.com/-BTd_uF7um5U/UFBDWHe7pII/AAAAAAAAGZo/lwKFwHBHwS0/s1600/Foto+Toket+Cewek+Jepang+Paling+Montok+dan+Indah+9.jpg' alt='Foto Toket Cewek Jepang Paling Montok dan Indah'/>

Cerita Dewasa | Karyawatiku Yang Bohai dan Jago Ngeseks
 

Namanya Budi. Aku tertarik padanya karena dia type cowok idaman buatku. Aku kerap kali membayangkan gimana kalo aku dientot olehnya, pepekku dienjot penisnya yang dari luar celananya kelihatan menggembung, pertanda penisnya jumbo.

Satu hari, aku tidak kerja sehingga dirumah seharian. Aku cuma pake daster yang mini tanpa bra, sehingga putingku bergerak2 kalo aku jalan. Kalo papasan dengan dia, kulihat matanya lekat menatap putingku yang bergerak2 itu, aku sih gak perduli. Siang itu gak ada siapa2 di tempat tinggalku.

Aku duduk di meja makan membaca koran setelah menyantap makan siangku. Dia sedang ngepel di ruang makan. Aku sengaja mengangkangkan pahaku, sehingga dasterku yang mini itu makin tersingkap ke atas dan pastinya cd ku akan bisa dilihat dengan jelas oleh dia yang sedang ngepel itu.

Aku tau bahwa dia pasti sedang melotot melihat paha dan cdku walaupun aku tidak melihatnya karena terhalang meja makan, karena dia tidak selesai2 ngepel lantai di sekitar meja makan itu. Aku kaget juga karena ternyata dia berani banget.

Aku merasa ada rabaan di pahaku. Paha makin kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang ngelus2 pahaku. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku mulai naik.

“Kenapa Nes, napsu ya”, katanya. Dia memang memanggil semua yang sepantaran dia di tumah itu dengan namanya. “Tanganmu nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu nantang duluan sih. Udah tau aku lagi ngepel pake ngangkangin paha segala”, jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas.

Kini tangannya mulai meraba dan meremes pepekku dari luar cdku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah Bud, ines jadi napsu nih”, erangku. “Iya Nes, cd kamu udah basah begini. Kamu ternyata napsunya jumbo ya, mau ngentot gak dengan aku”, katanya terus terang. Aku terdiam mendengar ajakannya yang to the point itu. Aku yakin penisnya pasti udah tegang berat.

Terasa jarinya menyusup kedalam cdku lewat samping. Memang aku pake cd yang minim sekali sehingga dia mudah mengakses pepekku dari samping cdku. Terasa sekali jarinya mengorek2 pepekku mencari itilku, setelah ketemu langsung saja dikilik2nya. “Bud…”, erangku. Vaginaku menjadi makin basah.

Aku duduknya menjadi setengah melorot sehingga dasterku makin terangkat keatas, membebaskan selangkanganku. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan.

Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. “Bud, kamu pinter banget ngerangsang Ines, udah biasa ngerangsang cewek ya”, kataku terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah disingkirkan disingkirkan kesamping dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke pepekku yang sudah sangat basah.

Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada pepekku itu. Lidahnya menyusup ke dalam pepekku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati itilku. “Aah Bud, Ines sudah pengen dientot”, aku mengerang saking napsunya.

Dia menghentikan aksinya, berdiri dan menarikku berdiri juga. Karena rumah sedang sepi, dia langsung memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, penisnya rupanya sudah tegang berat seperti dugaanku.
Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku dari luar dasterku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan penisnya yang tegang itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga.
Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah pepekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik pepekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian.

Sementara itu jarinya sudah menyusup kembali ke dalam cdku lewat samping dan mulai mengelus2 pepekku yang sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan itilku sasaran berikutnya.Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi lemes dan bersender dipelukannya. “Nes kekamarmu aja yuk”, katanya sambil menyeret tubuhku yang lemes itu kekamarku.

Di kamar aku didorongnya dengan keras sehingga terbaring diranjang, sementara dia mengunci pintunya. Korden jendela ditutupnya sehingga ruangan menjadi agak gelap. Dia segera menghampiriku, cdku ditariknya sehingga lepas dan dia mulai menggarap pepekku lagi. “Nes, bulu meki kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu jumbo banget.

Dikilik sebentar aja udah basah begini”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Jembutku disingkirkannya dan langsung saja mulutnya menyosor pepekku lagi. Bibir pepekku diemutnya, lidahnya menyyusup masuk melalui bibir pepekku.

Tanpa sadar aku meremes2 rambutnya. Lidahnya mulai menjilati itilku, perutku mengejang karena menahan kenikmatan rangsangannya. “Aah terus Bud, sedap”, teriakku. Kepalanya kutekan sehingga menempel erat di pepekku.

Lidahnya makin seru saja mengilik pepek dan itilku. Cairan pepekku diisepnya, itu membuatku makin melayang2. Ketika aku udah hampir nyampe, dia menghentikan aksinya, “Kenapa brenti”, protesku. “ines sudah ampir nyampe”. Dia membuka baju dan celannya, sekaligus dengan cdnya, benar dugaanku.

Ternyata penisnya jumbo dan panjang, berdiri tegak karena sudah tegang berat. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup dipinggir ranjang, saat itu aku masih memakai daster miniku. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka.

Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 pepekku. Vaginaku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya penis jumbonya dengan lebih mudah. Kepala penisnya sudah terjepit di pepekku. Terasa sekali penisnya sesek mengganjal di selangkanganku. “Aah, jumbo banget penismu”, erangku.

Dia diam saja, malah terus mendorong penisnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika penisnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan penisnya yang jumbo itu. Pelan2 dia menarik penisnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk penisnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan penisnya nancep semua di pepekku.

“Aah, sedap banget Bud penismu”, jeritku. “memekmu juga peret banget deh Nes. baru sekali aku ngerasain pepek seperet pepekmu”, katanya sambil mengenjotkan penisnya keluar masuk pepekku. “Huh”, dengusku ketika terasa penisnya nancep semua di pepekku, Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. Vaginaku terasa berdenyut meremes2 penisnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya.

Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai menyusup kedalam dasterku dan meremes putingku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk penisnya makin dipercepat.

Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan penisnya di pepekku. “Enak Bud, enjotin yang keras, aah, nikmatnya. Ines mau deh kamu entot tiap hari”, erangku gak karuan.

Keluar masuknya penisnya di pepekku makin lancar karena cairan pepekku makin banyak, seakan menjadi pelumas penisnya. Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku.

Tangannya kembali menyusup kedalam dasterku dan meneruskan tugasnya meremes2 putingku. Sementara itu, penisnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika penisnya nancep semuanya di pepekku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot pepekku.

Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan penisnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan penisnya sehingga rasanya penisnya nancep lebih dalem lagi di pepekku. “Terus Bud, enjot yang keras, aah nikmat banget deh dientot kamu”, erangku. Dia makin seru saja mengenjot pepekku dengan penisnya.

Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan penisnya pada pepekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, pepekku mengejang dan “Bud, Ines nyampe aah”, teriakku.

Vaginaku berdenyut hebat mencengkeram penisnya sehingga akhirnya, penisnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami pepekku. Kontolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Akhirnya aku ambruk keranjang dan dia menindihku. Napasku memburu, demikian juga napasnya.

Kontolnya terlepas dari jepitan pepekku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang diranjangku supaya tidak menindih aku. “Nes, nikmat banget deh pepek kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Kamu sudah sering ngentot ya Bud, ahli banget bikin Ines nikmat.

Kamu ngentot ama siapa aja”, tanyaku. “Kalo enggak anak majikan ya istri majikan”, jawabnya sambil cengar cengir. “Wah nikmat banget kamu, ada yang muasin kamu sembari kerja”, jawabku sambil menelentangkan badanku disebelahnya.

Dia bangun dan masuk kamar mandi, memang kamarku ada kamar mandi didalemnya. Terdengar grujuan air, dia rupanya sedang membersihkan dirinya, sementara aku masih saja telentang di ranjang menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, dasterku yang sudah basah karena keringat dilepasnya sehingga aku terkapar telanjang bulat.

“kamu napsuin deh Nes, puting kamu jumbo dan kenceng, mana pentilnya jumbo lagi. sering diemut ya Nes, kamu nentotnya sama siapa sih”, tanyanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. “Aku paling suka liat bulu meki kamu, lebat banget sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, putingnya jumbo kenceng dan bulu mekinya lebat, nikmat banget dientotnya,” katanya lagi.

Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Nes aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka cowok kaya begini, udah penisnya jumbo dan panjang, kuat lagi ngentotnya.

Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 putingku dengan gemes.

Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya putingku. Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aash, kamu napsu banget sih Bud, tapi Ines suka banget”, erangku.

Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutlu, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya bulu mekiku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui bulu mekiku mengilik2 pepekku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik pepekku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya.

Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di pepekku, otomatis penisnya yang sudah tegang ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik pepek dan itilku dengan lidahnya, penisnya kuremes dan kukocok2, keras banget penisnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 itilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.

Enggak lama aku mengemut penisnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, penisnya ditancapkannya di pepekku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, mulai dia mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan cepat da keras.

Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget penisnya mengisi seluruh ruang pepekku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngentot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan penisnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan penisnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut penisnya dari pepekku. Dia turun dari ranjang dan duduk di kursi, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat.

Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan penisnya yang masih tegang itu masuk ke pepekku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 penisnya mulai ambles lagi di pepekku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya penisnya mendesak masuk pepekku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek bulu mekiku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku.

Aku muali menaik turunkan badanku mengocok penisnya dengan pepekku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah Bud, sedap banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok penisnya yang terjepit erat di pepekku.

Vaginaku mulai berdenyut lagi meremes2 penisnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan penisnya sedalam2nya di pepekku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok penisnya dengan pepekku.

Aku memeluk lehernya supaya isa tetep mengenjot penisnya, denyutan pepekku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya’ “Nes, empotan pepekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngentot ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Bud, Ines nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya.

Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngentot lebih lama. “Cape Nes”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat. Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, penisnya lepas dari jepitan pepekku. Kontolnya masih keras dan berlumuran cairan pepekku.

Kembali aku dimintanya nungging dipinggir ranjang, doyan banget dia dengan doggie style. aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu.

Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah pepekku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati pepekku dari belakang, Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan pepekku terlihat jelas dari belakang.

Dia menjilati pepekku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dientot, “Bud, nakal deh kamu, ayo dong Ines cepetan dientotnya”. Dia berdiri dan memposisikan penisnya dibibir pepekku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot pepekku dengan penisnya, makin lama makin cepat.

Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan penisnya dimemekku. Jika dia mengejotkan penisnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut penisnya supaya nancep sedalam2nya di pepekku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot pepekku.

Dia merems2 putingku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan penisnya keluar masuk. “Terus Bud, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes penisnya. Dengan gerakan memutar, itilku tergesek penisnya setiap kali dia mengenjotkan penisnya masuk.

Denyutan pepekku makin terasa keras, diapun melenguh, “Nes, nikmat banget empotan pepek kamu”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, Ines nyampeee”.Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke ranjang karena lemesnya.

Aku ditelentangkan di ranjang dan segera dia menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali penisnya di pepekku. Kontolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena pepekku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe.

Dia mulai mengenjotkan lagi penisnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan penisnya. Dia terus mengejotkan penisnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, lherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku.

Sementara itu enjotan penisnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengentoti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi.

Kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Pertutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagio dientot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan penisnya.

Vaginaku makin mengedut mencengkeram penisnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, “terus Bud, yang cepet, Ines udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan penisnya keluar masuk dan, “Aah Ines nyampe lagi”, aku berteriak keenakan.

Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di pepekku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dimemekku. “Bud, kamu kuat banget deh ngentotnya, mana lama
lagi. Nikmat banget ngentot ama kamu. Kapan kamu ngentotin Ines lagi”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku.

“Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngentotin kamu. pepek kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku entot”, jawabnya memuji. Dia kemudian meninggalkanku terkapar telanjang karena nikmat.

Malemnya, aku sudah tertidur, terdengar garukan di pintu kamarku. Aku terbangun, “Siapa” kataku lirih. “Aku Nes”, terdengar suara Budi, rupanya dia belum puas ngentotin aku tadi siang, minta nambah lagi malem ini. Gak ada matinya rupanya dia.

Aku bangun dan membukakan pintu. Segera dia masuk dan memeluk tubuhku yang hanya terbalut cd minim. “Nes, aku pengen ngerasain empotan pepek kamu lagi ya, boleh kan”, katanya. Aku kalo tidur hanya pake cd saja karena gerah hawanya dikamar. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulaijongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku.

Bibirnya kukulum, “Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kaosnya kusingkapkan dari bawah lalu kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh Nes sedap ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian.

Akhirnya risleting celana pendeknya kubuka, kusingkapkan cdnya, penisnya yang sudah tegang berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh Nes…” dia cuman bisa mendesah doang. Kontolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meemas-remas rambutku saking sedapnya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngocok penisnya, kemudian aku bilang, “Bud… sekarang giliran kamu yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sembari memelorotkan celana pendek dan celana dalamnya, sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran.

Dia mulai nyiumin bibirku, aku mencoba ngelepasin kaosnya, lalu dia langsung melepasnya dan meletakkan di sebelahnya. Dia pun mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba putingku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua.

Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan ingin memelorotkan CDku. Aku mengangkat pantatku, lalu dia memelorotkan CDku. Dia langsung menciumi pepekku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati pepek dan itilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot pepekku yang sudah mulai basah itu.

“Ahhhh… Bud… Nikmat …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan penis jumbonya di pepekku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake penis.

Pelan-pelan dia memasukkan penisnya ke dalam pepekku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh penisnya dalam pepekku. “Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget Bud” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan penisnya dalam pepekku.

Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya penisnya di pepekku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…Bud…Aku sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan penisnya dimemekku, “Bareng nyampenya ya Nes, aku juga dah mau ngecret”, katanya terengah.

Enjotan penisnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Bud, Ines nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa pepekknu berdenyut2 meremas penisnya sehingga diapun menyodokkan penisnya dengan keras, “Nes, aku ngecret aah”, terasa semburan pejunya yang deres dimemekku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku.

Setelah istirahat sejenak, dia mencabut penisnya , memakai pakaiannya dan keluar meninggalkan aku terkapar telanjang di ranjang. Sejak itu setiap ada kesempatan, aku selalu minta dientot sama dia.

<img src='http://2.bp.blogspot.com/-XeXLVyUYpYQ/UFBDYKwqj6I/AAAAAAAAGZw/iBQdFCNQPjo/s1600/Foto+Toket+Cewek+Jepang+Paling+Montok+dan+Indah.jpg' alt='Foto Toket Cewek Jepang Paling Montok dan Indah'/>

1. Topik: Karyawatiku Yang Bohai dan Jago Ngeseks Terbaik
2. Kamu bisa download gambar bugil Karyawatiku Yang Bohai dan Jago Ngeseks yang hot, atau lihat video bokep Karyawatiku Yang Bohai dan Jago Ngeseks telanjang panas di INDOBATUBARA.COM

Kata-kata bugil telanjang:

Inilah tante super bohai bugil Bugil bohai Gambar bohai pepe yang sedang dijilat anjing www bokong bohai pantat bohai pantat bohai abg nakal pelernya sedap Pepek bodi bohai www tantecabutbulu blogspot com Paha gede nungging di ranjang bugil Pacarku paling suka remes toketku yang jumbo Nikmatnya pepekmu tante ngangkangin paha Minta foto hot lagi asik ml memek seksi pake celana ketat transparan pepek bohai Pepek ku di garuk sama om foto www jepitan nikmat tempik budhe com www itil ku bugil com untuk anda.

This entry was posted in Foto Bugil Telanjang. Bookmark the permalink.